Kamis, 31 Juli 2014

Berbisnis Bersama Ustadz Yusuf Mansur

Berbisnis bersama Ustadz Yusuf Mansur

Masyarakat mengenalnya sebagai seorang ustadz yang cukup dikenal di masyarakat. Tapi mungkin tidak banyak yang mengetahui kalau beliau juga merupakan seorang entrepreneur yang memulai usahanya dari nol. Benar-benar dari nol. Sehingga jika kita belajar entrepreneur kepadanya adalah hal yang sangat tepat. Apalagi kemudian Ustadz Yusuf Mansur mengajarkan ilmu-ilmu bisnis dengan berdakwah. Sehingga bisnis yang kita jalankan diharapakan menerapkan prinsip syariah.

Pertama saya kali bertemu dengan Ustadz Yusuf Mansur pada sebuah acara workshop entrepreneur yang diadakan oleh sebuah komunitas entrepreneur di hotel Mercure Ancol pada April 2012 lalu. Beliau menjadi salah satu pembicara selain Purdi E.Chandra (Primagama/CaraGila Menjadi Pengusaha), Hendy Setiono (Baba Rafi), Om Bob Sadino (pengusaha nasional bercelana pendek), Aryo Diponegoro (entrepreneur developer property), Joe Hartanto (property cash machine, dan sederet pembicara lainnya.

Ustadz Yusuf Mansur menekankan pentingnya sedekah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Sedekah bisa berupa harta, ilmu, dan amal apapun yang bisa kita berikan. Dan dalam sedekah ada sillaturahmi yang dapat semakin mempererat persaudaraan sesama manusia.


Bisnis-bisnis Ustadz Yusuf Mansur

Baru-baru ini Ustadz Yusuf Mansur baru saja me-launching sebuah hotel baru yang berdiri di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Hotel Siti. Dalam operasionalnya hotel ini menerapkan manajemen dengan prinsip syariah. Pembangunan hotel tersebut mendapatkan dana investasi dari bisnis investasi milik Ustadz Yusuf Mansur yaitu Patungan Usaha dan Patungan Aset (baca Kontan Online http://industri.kontan.co.id/news/simak-cara-investasi-ala-ustad-yusuf-mansyur-1).

Hotel Siti ini menjadi salah satu dari sekian cita-cita Ustadz Yusuf Mansur untuk ikut "Membeli Kembali Indonesia". Sebuah gerakan yang digagas oleh sebuah komunitas pengusaha yang berbasis syariah, Indonesia Islamic Business Forum (IIBF). Cita-cita ini muncul karena keprihatinannya banyak aset-aset milik bangsa ini yang kini dilimiliki asing.


Memajukan Indonesia dengan Wirausaha

Suatu ketika saya pernah mendengar ucapan seorang mentor bisnis di Indonesia yang mengutip pernyataan dari sebuah jurnal bisnis bahwa seuatu negara akan maju jika jumlah wirausahawan di negara tersebut berjumlah 2% dari total jumlah penduduk di negara itu. Dan ternyata di Indonesia jumlah wirausahawan (entrepreneur) hanya sebanyak 1% (baru-baru ini saya mendengar jumlahnya sudah meningkat menjadi 1,3%). Di negara tetangga kita Singapura jumlah wirausahawan mereka hampir 4%. Malaysia 2,5%. Ini berarti jumlah wirausahawan kita sangat sedikit sekali. Untuk itu kita masih membutuhkan banyak sekali wirausahawan-wirausahawan yang nantinya akan dapat memajukan negara Indonesia.

Hal ini lantas membuat Ustadz Yusuf Mansur berpikir bahwa seharusnya siapapun bisa menjadi wirausahawan (atau setidaknya memiliki usaha sendiri). Namun beberapa orang mengeluh soal kemampuan diri, pengalaman, latar belakang, dan berbagai alasan lainnya. Hal inilah yang membuat sebagian dari bangsa ini takut untuk berwirausaha. Kendala lainnya yang klasik adalah modal.


E-Miracle

Untuk membantu masyarakat memulai wirausaha, Ustadz Yusuf Mansur membuat sebuah bisnis yang diharapkan akan dapat dibangun bersama-sama dengan masyarakat. Dan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya untuk mereka yang ingin memulai wirausaha, mereka yang telah sukses dalam usahanya pun juga diharapkan dapat ikut serta bersama Ustadz Yusuf Mansur untuk menjadi mentor membantu masyarakat memulai wirausaha.

E-Miracle awalnya adalah sebuah produk air minum alkali yang berfunsi sebagai terapi kesehatan tubuh  agar kondisi tubuh lebih baik dari sebelumnya. Kemudian disusul produk-produk suplemen makanan, seperti:

  • Sauda Oil dan Sauda Oil Plus; Habbatusauda
  • E-Miracle Juice; minuman ekstrak kulit manggis
  • E-Miracle Glucola; minumann kesehatan yang bagus untuk kesehatan kulit (mengandung Collagen) 
  • E-Miracle Coffee; minuman kopi kesehatan yang mengandung Cordyceps sinensis, Tribulus terretris, dan Panax ginseng.

Masyarakat dapat bergabung menjadi distributor produk-produk tersebut untuk dipasarkan di daerahnya masing-masing.

"Tetapi saya tidak punya bakat dagang"

Sembilan dari sepuluh pintu rezeki kita adalah berdagang. Siapapun kita. Apapun latar belakang hidup kita. Apapun pekerjaan kita sekarang. Sebenarnya setiap orang adalah pedagang. Dalam berdagang ada silaturahmi, integritas, dan lain. Yang semua ilmu-ilmu tersebut sebenarnya sudah ada dalam kitab suci kita. Al-Quran. Apakah kita mendapatkan hasil dari apa yang kita lakukan itu tergantung diri masing-masing manusianya.

Bersama Ustadz Yusuf Mansur kita akan belajar berbisnis yang syar'i. Berbisnis tanpa harus merugikan orang lain. Berbisnis dengan membangun kemampuan diri bersama-sama. Dan setelah beberapa lama menjalankannya kita akan menjadi pribadi yang tangguh dalam berwirausaha.
Insha Allah.

Jadi kita akan belajar Islam dan bisnis bersama-sama.

Ingin tahu kelanjutan mengenai bisnis ini?

Hubungi Saya:
0812-97-857-957
www.BisnisDanSedekah.com
www.PowerfulSedekah.com
lanjut baca "Berbisnis Bersama Ustadz Yusuf Mansur"

Jumat, 24 Januari 2014

Jalan-jalan ke Malaysia. Bisa Naik DAMRI.

Perum Damri selama ini kita lebih mengenalnya sebagai angkutan transportasi bandar udara (bandara) dan antar kota. Ternyata sejak tahun 1987, Damri juga menyediakan transportasi ke luar negeri. Rutenya adalah Pontianak-Kuching (Malaysia).

"Kita sudah ada lho Damri ke luar negeri. Itu ada perbatasan dengan Malaysia. Dari Pontianak ke Kuching," ungkap Direktur Utama Damri Suherman Subrata di kantornya, Jalan Matraman, Jakarta, Kamis (23/1/2014). Dikutip dari Detik.com.

Operasional dari rute ini berlangsung setiap hari dengan 6 bus. Suherman mengatakan bus Damri sangat diminati sebagai moda transportasi penyambung kedua negara. "Kita ada 6 bus. Itu operasionalnya setiap hari," ujarnya.

Baca cerita lengkap: finance.detik.com
lanjut baca "Jalan-jalan ke Malaysia. Bisa Naik DAMRI."

Kamis, 14 November 2013

Kawah Putih. Obyek Foto yang Tak Asing di Facebook

Akhirnya sampai juga saya di Kawah Putih, Jawa Barat. Setelah beberapa kali saya mendapati newsfeed FB saya yang menampilkan foto-foto teman saya sedang berpose di Kawah Putih :-P

Jadi apakah Kawah Putih itu?

Ini adalah sebuah obyek wisata di Jawa Barat yang sebenarnya dulu pada masa Belanda adalah sebuah tambang sulfur. Tapi kini tambang tersebut telah ditutup, dan dijadikan obyek wisata oleh pemeraintah daerah setempat.

Kawah Putih terletak di selatan Bandung, dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam dari Bandung sampai pintu masuk menuju lokasi kawah. Dari pintu masuk hingga ke kawah bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi atau naik odong-odong (sebuah minibus yang dimodifikasi khusus untuk angkutan wisatawan ke lokasi kawah). Akan lebih baik jika Anda mengenakan jaket ketika naik Odong-odong. Karena mobil yang terbuka membuat angin dingin pegunungan bisa langsung mengenai tubuh.

Kebetulan saat itu saya bersama teman saya, Yusuf (Ucup), sedang membawa rombongan wisatawan dari Solok, Sumatra Barat sebanyak 40 orang. Kami pergi mengunjungi Kawah Putih pada hari Kamis (hari kerja). Suasananya sangat nyaman. Lain halnya jika kita ke Kawah Putih hari libur (weekend atau musim liburan).


Pada saat tertentu kawah ini mungkin akan terasa aktif dengan bau sulfur yang menyengat. Terutama pada saat panas terik. Sebelum masuk ke lokasi kawah kita bisa beli masker yang banyak dijual.

Sekarang siapkan kamera. Jepret. Dan... Voila!
Posting fotonya di FB ;-)
(gak banget endingnya.... :-D )

________________________________________________
lanjut baca "Kawah Putih. Obyek Foto yang Tak Asing di Facebook"

Jumat, 12 Juli 2013

Jangan Pernah Membantu Orang Lain Memegangkan Botol Air Mineral Di Bandara

Tidak cuma air mineral, tapi juga untuk benda apapun.

Di facebook saya membaca sebuah postingan menarik dari akun BOEING 737-800. Sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap orang yang bepergian ke mana pun.

Sebuah peringatan ini datang dari salah seorang petugas bandara di AS. Jika Anda harus membeli air mineral botolan di bandara, perhatikan botolnya. Hati-hati dengan botol "jadi-jadian". Atau seseorang dengan setengah memaksa meminta Anda untuk memegangkan botol air mineralnya di pemeriksaan beacukai. Dan ternyata botol itu juga botol "jadi-jadian". Siapapun jangan dipercaya. Apakah itu orang tua, wanita hamil, atau anak-anak. Anda bisa memintanya untuk meletakkannya di lantai lebih dulu. Kalau tidak, salah-salah Anda bisa ditangkap karena kepemilikan narkoba dan sejenisnya.

Jika Anda berada di Singapura atau Dubai, itu berarti Anda akan mendapatkan hukuman mati!

Perhatikan video berikut ini:

lanjut baca "Jangan Pernah Membantu Orang Lain Memegangkan Botol Air Mineral Di Bandara "

Minggu, 26 Mei 2013

Meningkatkan Diri Dengan Keluar Dari "Comfort Zone"

GET OUT OF YOUR COMFORT ZONE, NOW!

kootation.com
Kootation.com | Neals Donald Walsch
Comfort Zone. Ya.... Kita sering dengar itu dan tahu maksudnya mau ke arah mana jika kita mendengar istilah itu. Untuk berhasil atau selamat dari "Permainan Kehidupan" kita harus keluar dari zona nyaman kita. Walaupun akan menjadi asing kita di luar zona nyaman itu. Tapi hanya dengan mendorong diri kita untuk melakukan sesuatu yang baru, yang kadang-kadang kita takuti kita dapat mengembangkan dan memperbaiki diri. Langkah pertama untuk mengambil jalan keluar dari zona kenyamanan Kita adalah dengan memutuskan ingin seperti apa dan bagaimana diri kita di masa depan.

Buatlah daftar segala sesuatu yang ingin Kita lakukan atau capai, tempat yang ingin dikunjungi dan apa yang Kita inginkan dari kehidupan. Bila Kita telah menentukan tujuan dan sasaran Kita kemudian dapat mengambil langkah berikutnya dalam membuat hal-hal tersebut menjadi nyata. Berikut adalah beberapa cara di mana Kita dapat melangkah di luar zona kenyamanan Kita.

Citra Diri Kita.
Sesering apa sejak kita lahir Kita merubah penampilan kita? Sudah berapa lama gaya rambut Kita sekarang?  Coba sekarang kita rubah gaya rambut kita untuk langkah awal keluar dari zona nyaman. Buat yang wanita jika sebelumnya rambut panjang tergerai, sekarang oba potong lebih pendek agar kelihatan lebih "Fresh". Dan pria yang sebelumnya gaya rambut konvensional, sekarang bisa mencoba "Crew Cut" yang lebih sederhana dan tak perlu menyisir. Rapikan jenggot. Intinya agar terlihat dan terasa ringan dan lebih PeDe. Atau pakaian Kita. Ganti model juga. Intinya ada banyak cara untuk membuat perubahan kecil dari diri kita dengan memberikan diri Kita tampilan baru dan tampilan baru pada kehidupan, berhenti dan berpikir jika Kita melakukan segala sesuatu yang mungkin dapat dilakukan untuk melihat dan merasakan yang terbaik dan memberikan kepercayaan diri yang meningkatkan dengan membuat perubahan positif bagi citra diri.

Lakukan Sesuatu yang Berbeda
Buatlah daftar hal yang harus dilakukan selama satu minggu ini untuk melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan apa yang biasanya Kita lakukan, bisa apa saja hanya untuk agar Kita keluar dari kebiasaan Kita setidaknya satu hari dalam seminggu. Mulailah dengan membuat perubahan kecil pada awalnya, pergi jalan-jalan ke tempat yang berbeda; ada banyak cara Kita dapat membuat perubahan kecil secara bertahap untuk kehidupan sehari-hari Kita.

Ambil Sebuah Hobi Baru
Ambil sebuah hobi baru dalam hidup, bergabung dengan kelompok komunitas-komunitas pilihan, bertemu banyak orang. Melakukan sesuatu yang berbeda setiap minggu dan memperoleh minat baru adalah cara terbaik untuk bergerak keluar dari zona kenyamanan Kita.

Hadapi Ketakutan Kita
Perubahan bagi sebagian orang tampaknya akan selalu menakutkan ketika pertama kali melangkah keluar hal baru yang tidak diketahui, tapi kita hanya bisa memperbaiki diri dan kehidupan kita dengan menghadapi ketakutan dan melewatinya, setelah Kita menghadapinya maka hal itu menjadi tidak menakutkan lagi. Jadi lakukanlah sesuatu yang menakutkan setiap minggu. ;)

Inspirasi dari Adam Khoo
lanjut baca "Meningkatkan Diri Dengan Keluar Dari "Comfort Zone""